Fish Me

Mancing Ikan Bloso atau Gabus Males

AddThis Social Bookmark Button

Mungkin dari sebagian kita banyak yang belum mengetahui jenis ikan Bloso atau Gabus Males tapi ada juga yang menyebutnya ikan Betutu, Marble Goby, Oxyeleotris Marmorata. Dinamakan demikian karena jenis ikan ini sangat malas bergerak, makanpun hanya yang berada di depan mulutnya saja (tidak aktif memburu mangsa).

Bloso, Gabus Males, Betutu, Marble GobyIkan Betutu ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu makanan saji di restauran mewah karena rasanya yang lezat, gurih dan lembut. Pertumbuhan ikan ini tidak sebagus jenis ikan budidaya air tawar lainnya yang, masa pembesarannya sangatlah lama sedangkan dan di alam pun makin sulit didapat sehingga menyebabkan harga ikan ini mahal.

Pada kesempatan ini, saya mencoba mancing ikan Bloso di perairan alami dengan teknik “dudul” atau menggerak-gerakkan umpan naik turun sambil menggeser umpan sedikit demi sedikit, hal ini dimaksudkan agar ikan bloso mau menyambar umpan mancing yang kita gunakan.

Perangkat yang saya gunakan adalah :

  • Joran Tegek dengan panjang 5 meter
  • Benang kenur ± 5 meter
  • Timah daun ± 1 cm persegi
  • Kail ukuran kecil kira-kira no. 1

Bloso, Betutu, Gabus Males, Marble GobyMakanan atau umpan mancing ikan ini yang biasa digunakan adalah cacing, ikan kecil atau udang hidup. Ikan ini biasa terpancing di perairan yang tidak terlalu dalam, pada empang budidaya, persawahan dan sungai. Tempat-tempat seperti Waduk Cirata, Saguling, Jatiluhur merupakan tempat potensial mencari ikan ini. Pada waktu saya mencoba di Waduk Kukila, umpan yang digunakan adalah udang yang saya serok dari tepian. Merangkai pancingan pada tegek dilakukan seperti biasanya hanya untuk kail saya ikat langsung ke kenur dan pada jarak 10cm di atasnya saya lilitkan timah daun kecil saja. Umpan udang yg saya pakai, saya kaitkan kail pada ekor udang agar udang masih bisa bergerak tapi kaki-kaki besarnya terlebih dahulu dibuang agar udang tidak mudah tersangkut pada kotoran yang ada di dasar perairan.

Setelah umpan terpasang, mulai saya mancing ikan Bloso ini, umpan udang ini saya jatuhkan ke dasar perairan dan pastikan benar-benar sampai ke dasarnya karena ikan Bloso jarang berenang. Bila umpan telah mencapai dasar, diamkan selama 5-10 detik dan kembali saya angkat setinggi +/- 20 cm sambil digeser 20 cm dan saya tempatkan kembali ke dasar. Teknik ini yang saya sebut Teknik Dudul, teknik ini memang sangat melelahkan dan karenanya saya hanya menggeser umpan sejauh 20cm, tapi cara ini banyak umpan tersangkut kotoran atau sampah.

Bilamana ikan Bloso makan, maka di tangan akan terasa tersentak, geser sedikit saja joran dan bila terasa kembali tersentak 2 kali atau lebih maka pertanda ikan Bloso yang makan dan joran langsung disentak kuat tapi bila terasa tersentak dan langsung dibawa maka pertanda ikan Mujaer yang memakan umpan.

Dalam teknik dudul ini, kita bisa berdiri dalam satu titik dan Joran yang kita mainkan untuk mencari atu memperkirakan keberadaannya atau sedikit demi sedikit kita berjalan menelusuri tepi danau, hal ini dimaksudkan agar kita dapatkan posisi yang tepat di mana ikan Bloso berada. Kehidupan ikan Boloso tidak pernah berkumpul selayaknya ikan mas atau ikan mujaer maka dalam satu titik umumnya hanya ada 1 ekor ikan bloso jadi untuk mendapatkan ikan lainnya terpaksan harus kembali menelusuri lantai waduk. Biasanya ikan boloso berada 3-4 meter dari tepi waduk makanya saya memakai joran tegek yang panjangnya 5 meter walau ada kalanya juga hanya berada 1 meter dari tepi waduk, hal ini bisa kita perkirakan disaat kita mencari umpan berupa udang dimana ada banyak tersedia udang maka tidak jauh dari jarak tersebut, biasanya ikan boloso berdiam menunggu udang berenang mendekatinya.

Selamat mencoba!
Salam mancing,
Mustika J Sanusi

Artikel lain dengan lokasi Waduk Kukila:

Copyright © www.mancing.info

Additional information